HANACARAKA, KUMPULAN FALSAFAH HIDUP DALAM SUSUNAN HURUF JAWA • Salam Budaya Lukis Tusuk Gigi T-WooL.

HANACARAKA, KUMPULAN FALSAFAH HIDUP DALAM SUSUNAN HURUF JAWA
Salam Budaya Lukis Tusuk Gigi T-WooL.

(Copaz dari Rajaning Budaya Seni Mataram)

HANACARAKA, KUMPULAN FALSAFAH HIDUP DALAM SUSUNAN HURUF JAWA
• Salam Budaya Lukis Tusuk Gigi T-WooL.

Sangat trenyuh & miris dengan penggusuran budaya leluhur yang tergerus budaya asing. Masyarakat Indonesia lebih bangga berbahasa asing daripada bahasanya sendiri. Memang bahasa asing perlu untuk berkomunikasi dengan negara lain, tetapi tidak berarti budaya & bahasa sendiri dipunahkan.

Negara-negara seperti Thailand, India, China, Jepang dan beberapa negara lainnya masih mempertahankan bahasanya sendiri bahkan beberapa bahasa tradisional mereka menjadi favorit masyarakat negara lain (termasuk masyarakat Indonesia) untuk mempelajarinya.

Huruf Jawa memang sudah semakin terlupakan (kalau tidak ingin dibilang punah) dan tidak banyak lagi digunakan di masyarakat Indonesia, terutama oleh masyarakat Jawa sendiri.
Bahasa Jawa saat ini hanya masuk Kurikulum Pendidikan Bahasa Daerah dari tingkat SD (Sekolah Dasar) sampai dengan tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Pulau Jawa saja.

Apalagi kemudian terbentuk image di masyarakat kita sendiri yang mengganggap siapa pun yang mempelajari, melestarikan Seni, Budaya, Falsafah & Bahasa Leluhur Jawa dianggap sebagai penganut Aliran Kepercayaan / Kejawen.
Perlu digaris-bawahi bahwa Tidak Ada Hubungan Antara Melestarikan Seni, Budaya dan Falsafah Leluhur Jawa dengan Aliran Kepercayaan / Kejawen, meskipun keduanya berpijak pada SENI, BUDAYA, FALSAFAH & BAHASA JAWA.

Huruf HANACARAKA, apabila mau dipelajari dan dikaji lebih dalam lagi, ternyata bukan sekedar huruf penyusun sebuah kata dan kalimat saja. Dari huruf per hurufnya, HANACARAKA mempunyai makna sendiri-sendiri, yang mengarahkan manusia untuk peduli serta menyatu kepada sesama. alam semesta dan Allah Sang Pencipta. Sekarang mari kita kupas makna dari masing-masing huruf dari HANACARAKA, sebagai berikut:

- HA = Hana hurip wening suci.
(Adanya hidup adalah kehendak yang Maha Suci).

- NA = Nur candra ghaib, candra warsitaning candara.
(Harapan manusia hanya selalu kepada sinar Allah Sang Pencipta).

- CA = Cipta Wening, Cipta Mandulu, Cipta Dadi.
(Satu arah dan tujuan hanya kepada Yang Maha Tunggal).

- RA = Rasa ingsun handulusih.
(Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih
nurani).

- KA = Karsaningsun memayu-hayuning bawana.
(Hasrat diarahkan untuk kesejahteraan
alam).

- DA = Dumadining Dzat kang tanpa winangenan.
(Menerima hidup apa adanya. Setelah berusaha dan berdoa, terima & syukuri apa yang sudah diberikan Allah Sang Pencipta).

- TA = Tatas, Tutus, Titis, Titi lan Wibawa.
(mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup).

- SA = Sifat ingsun handulu sifatullah.
(Membentuk rasa kasih sayang antar sesama - Hablum Minannas waa Hablum Minallah).

- WA = Wujud hana tan kena kinira.
(Ilmu manusia hanya terbatas, namun bisa juga tanpa batas atas Ijin Allah Sang Pencipta).

- LA = Lir handaya paseban jati.
(Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Allah Sang Pencipta).

- PA = Papan kang tanpa kiblat.
(Hakekat Allah yang ada di segala arah).

- DHA = Dhuwur wekasane endek wiwitane.
(Untuk bisa di atas / sukses, tentu harus dimulai / dirintis dari dasar).

- JA = Jumbuhing kawula lan Gusti.
(Selalu berusaha menyatu - memahami kehendak Allah Sang Pencipta).

- YA = Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi.
(Yakin atas titah / kodrat Allah Sang Pencipta).

- NYA = Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki.
(Memahami kodrat kehidupan).

- MA = Madep mantep manembah mring Illahi.
(Yakin & mantap dalam menyembah Allah Sang Pencipta).

- GA = Guru sejati sing muruki.
(Belajar pada guru sejati).

- BA = Bayu sejati kang andalani.
(Menyelaraskan diri pada gerak alam).

- THA = Tukul saka niat.
(Sesuatu harus tumbuh dari niat diri-sendiri).

- NGA = Ngracut busananing manungsa.
(Melepaskan egoisme pribadi manusia).

Semoga setelah kita memahami makna dari masing-masing huruf HANACARAKA bisa menambah wawasan dalam berkehidupan di alam semesta ini.

Salam Budaya Lukis Tusuk Gigi T-WooL

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HANACARAKA, KUMPULAN FALSAFAH HIDUP DALAM SUSUNAN HURUF JAWA • Salam Budaya Lukis Tusuk Gigi T-WooL."

Post a Comment